BJ. Habibie, Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Icmiorsatcairo.com— Prof. Bacharuddin Jusuf Habibie “Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia”, sejak kepulangannya dari Jerman ia langsung mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia.

Pada 1995, Habibie merancang dan memimpin pembuatan Pesawat N250. Pesawat rancangan Habibie terbang tanpa mengalami “Dutch Roll”, istilah untuk pesawat yang oleng. Untuk itulah sampai sekarang ia dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

Habibie menjabat Presiden menggantikan Soeharto yang menyatakan mundur setelah gejolak reformasi pada 21 Mei 1998. Saat mengenang masa itu ia berkata:

“ Saat itu 1998 ibaratnya kita dalam bus yang sedang melaju. Tiba-tiba sopirnya kena serangan jantung. Sebagai wakil sopir, saya langsung mengambil alih kemudi. Penumpang gempar, sebagian berteriak belok kiri. Sebaian berteriak ambil jalan kanan, lainnya menyarankan ambil jalan lurus. Mereka yang di luar bus juga berkomentar, balik saja lagi jalannya buntu.”

Alhamdulillah berkat kegigihannya Indonesia dapat keluar dari krisis moneter yang menerkam saat itu. Ia juga dikenal sebagai Bapak Demokrasi karena semasa kepemimpiannya demokrasi Indonesia menapaki kejayaannya. Salah satunya pada Pers. Kebebasan Pers saat ia memimpin mulai diberikan haknya.

Semasa menjadi menteri sebelum akhirnya menjadi wakil presiden, 1990 menjadi tahun spesial buat BJ. Habibi, ia menjadi Ketua Umum pertama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Jabatannnya ini berlangsung hingga tahun 2000. Mulanya, ICMI berdiri sebagai antitesa dari banyaknya pendapat mengenai “Terkucilnya Islam yang nyaris menyeluruh dari pemerintahan” dan “Tidak ada dikotomi apapun yang benar-benar bersifat agama dan yang tidak” seolah-olah dimentahkan dengan lahirnya ICMI, Islam tidak lagi dikucilkan. [AFA]

Prof. Bacharuddin Jusuf Habibie
Presiden RI ke-3, Ketua ICMI 1990-2000
Tokoh

Share This