Pengenalan Singkat Seputar Orwil ICMI Kairo

Segala puji serta syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt. Tuhan semesta alam yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang. Shalawat berhiaskan salam tidak lupa kami curah limpahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw. yang telah menuntun umat dari kegelapan jahiliah kepada cahaya Islam.

Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI Kairo adalah bagian dari (sebelumnya) Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI Jeddah yang menginduk secara resmi kepada Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Sebagaimana organisasi afiliatif lainnya, Orwil ICMI Kairo berkewajiban menjalin komunikasi dengan pihak ICMI Pusat melalui laporan berkala atau format lainya.

Dalam regulasinya, mekanisme komunikasi Orsat perlu melalui jalur Orwil terlebih dahulu untuk kemudian sampai kepada Organisasi Pusat (Orpus). Akan tetapi kevakuman Orwil Jeddah yang cukup lama menjadi alasan utama terputusnya komunikasi antara Orwil ICMI Kairo dan ICMI Pusat.

Komunikasi kedua belah pihak baru dapat terjalin kembali saat kami mengutus delegasi pada Silaturahim Akbar Nasional ICMI 2019 yang diadakan pada 6-8 Desember di Padang, Sumatera Barat. Keikutsertaan Orwil ICMI Kairo pada acara tersebut merupakan gebrakan baru yang lahir dari kunjungan ketua umum Orwil ICMI Kairo pada saat itu, Ahmad Budiman, MA. ke kediaman Prof. Dr. Ing. BJ Habibie.

Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) lahir dari sebuah Muktamar Nasional para tokoh nasional di Malang, Jawa Timur pada tanggal 7 Desember  1990. Muktamar Malang 7 Desember 1990 yang diikuti oleh tokoh-tokoh nasional yang kemudian menjadi latar belakang berdirinya Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI). 

Kemudian pada tanggal 3 Juli 1991, ditandatangani pernyataan persiapan pembentukan ICMI di Kairo oleh Delegasi ICMI Pusat yang diwakili oleh Prof. Dr. Achmad Baiquni dan disetujui oleh Dubes RI Abdurrahman Djayaprawira. Kemudian dilanjutkan dengan diterbitkannya SK Pembentukan Orwil ICMI Kairo pada tanggal 30 Desember 1991.

Orientasi dan Bentuk Agenda

Orwil ICMI Kairo berorientasi untuk mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang diridai Allah Swt. dengan meningkatkan mutu keimanan dan ketaqwaan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiaan, dan peran serta cendekiawan muslim se-Indonesia.

Kedatangan Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie

Kedatangan Prof. Dr. Ing. Habibie ke Mesir pada tahun 1997 M menjadi anugerah sekaligus angin segar untuk Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir). Bagaimana tidak, selain menjadi pembicara pada dialog kebangsaan yang diadakan oleh KBRI Kairo, beliau yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum ICMI juga meresmikan sebuah bangunan baru untuk mahasiswa Indonesia.

Pada Rabu sore 29 Januari, gedung yang kemudian diberi nama “Wisma Nusantara”  itu menjelma jawaban dari doa panjang dan harapan Masisir selama ini. Mimpi dan kerinduan mereka akan kehadiran sebuah balai pertemuan yang menghilangkan sekat perbedaan akhirnya menjadi nyata.

Dalam pidato sambutannya pada seremonial peresmian  gedung, beliau mengatakan “Adalah sebuah anugerah besar bagi segenap masyarakat Indonesia di Mesir sekarang ini dengan diresmikannya sebuah wisma, sebuah tempat untuk berkumpul menjadi satu dengan pendekatan secara menyeluruh yang selama ini dirasa perlu untuk menumbuh kembangkan rasa kebangsaan dan persatuan, disamping adanya kedutaan besar dengan pendekatan strukturalnya dan berbagai keluargaan maupun kelompok-kelompok dengan menerapkan pendekatan secara kultural.”

Setelahnya, beberapa kali Prof. Dr. Ing. BJ Habibie juga melakukan kunjungan ke Mesir dan berkomunikasi dengan Orwil ICMI Kairo, antara lain pada Juni 2011 di acara ICMI Kairo Expo.

Bentuk Kegiatan ICMI Kairo

Karena ICMI Kairo berada di kalangan mahasiswa dan pelajar di Mesir, maka bentuk utama kegiatannya adalah kajian intelektual dan kemahasiswaan. ICMI Kairo rutin mengadakan kajian pekanan, pelatihan, dan seminar-seminar yang bertujuan meningkatkan kecendekiawanan mahasiswa dan pelajar yang ada di Mesir.

Mengutip AD/ART ICMI Bab III Pasal 6 dan 7 tentang Sifat Organisasi dan Kegiatan:

Pasal 6

Sifat Organisasi ICMI adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat:

  • Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan.
  • Keilmuan, Kepakaran, Kecendekiawanan, dan Kebudayaan.
  • Keterbukaan, Kebebasan, Kemandirian, dan Kekeluargaan.

Pasal 7

Kegiatan

  • Untuk mencapai tujuan dan dalam rangka menegakkan kebajikan, mencegah kemungkaran, ICMI menyelenggarakan kegiatan-kegiatan berikut: Meningkatkan mutu komitmen dan pengamalan keimanan-ketaqwaan, kecendekiawanan, dan kepakaran para anggota melalui peningkatan pembelajaran dan koordinasi sistem jaringan informasi dan komunikasi di dalam maupun di luar negeri.
  • Mengembangkan pemikiran, menyelenggarakan penelitian dan pengkajian yang inovatif, strategis, dan antisipatif dalam rangka mempengaruhi kebijakan publik serta berupaya merumuskan dan memecahkan berbagai masalah strategis lokal, regional, nasional dan global.
  • Berperan aktif mengembangkan sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa, khususnya umat Islam Indonesia.
  • Menyelenggarakan berbagai kegiatan pemberdayaan dan advokasi kebijakan di bidang sosial, ekonomi, hukum, dan budaya dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan martabat rakyat kecil dan kaum yang lemah guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Mempublikasikan dan mengkomunikasikan hasil-hasil pemikiran, penelitian, kajian, dan inovasi bekerjasama dengan berbagai kalangan, baik perorangan, lembaga, perhimpunan, pemerintah maupun swasta.

Jadi bentuk kegiatan yang terus dilakukan oleh Orwil ICMI Kairo adalah kajian dan diskusi yang dilakukan rutin sejak bertahun-tahun lamanya. Dalam strukturnya, ICMI memiliki beberapa lembaga kajian yang terus aktif dan merekrut anggota, meskipun tidak melakukan acara-acara masif dan besar.

Sampai saat ini, tercatat Orwil ICMI Kairo memiliki 6 lembaga kajian mulai dari Ekonomi Islam, Terjemah, Khat, Bahasa Arab, Telaah Literatur, dan Media Informasi.

Posisi dan Peran ICMI Kairo di Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir)

Orwil ICMI Kairo sejak awal berdirinya telah mengupayakan kemanfaatan yang dapat dirasa oleh khalayak ramai, juga berjalan sesuai dengan tujuannya

Sampai saat ini Orwil ICMI Kairo memiliki unit-unit kegiatan serta komunitas yang mewadahi Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) untuk mengembangkan kecendikiawanan, kepakaran, dan kreatifitas diri.

Tidak hanya itu, unit-unit kegiatan tersebut bahkan telah mampu mengharumkan nama Indonesia secara umum dan Orwil ICMI Kairo secara khusus dengan segudang perolehan prestasi.

Dalam struktur organisasi di lingkungan mahasiswa Indonesia di Mesir, Karena PPMI merupakan organisasi induk, maka Orwil ICMI Kairo masuk kepada Lembaga Afiliatif yang berada di bawah PPMI Mesir. Posisi ini sejajar dengan Ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU.

Share This